steven gerrard

steven gerrard
the best

Jumat, 12 November 2010

makalah tentang spectrum gelombang electromagnetic

Kata pengantar

Alhamdulillah hirabbil a’alamin dengan rasa syukur kehadirat allah swt. Berkat rahmat dan karunia beliaulah . Makalah tentang spectrum gelombang elektromagnetik ini telah selesai saya susun.

Sebulumnya saya mahon maaf, jika makalah ini banyak kekurangan dan kesalahan karena kami baru pada tahab pembelajaran. Terlepas dari keyakinan kuat yang kami miliki,sebagai makhluk yang lemah kami tetap mohon kritik dan saran yang membangun.

makalah ini disusun dengan maksud untuk dapat menambah pengetahuan kita tentang spectrum gelombang elektromagnetik.

Kepada allah SWT. Saya memohon taufik dan hidayahnya semoga makalah ini bermanfaat dan menghasilkan dampak yang positif dalam pembelajaran fisika yang lebih baik, Amin.

Terima kasih
Muara labuh , Februari 2010
Penyusun



(RHEZKI PERMATA BUNDA)















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................... 1 Pages
Daftar isi .......................................................... 2
Bab pembuka
Latar belakang ................................................. 3

Bab isi
1. spectrum gelombang electromagnetik............... 10
2. karakteristik dan penerapan gelombang electromagnetik.............................................. 25
3. manfaat gelombang electromagnetik ......... ...... 32

Bab penutup
1. kesimpulan & saran...................................... 33

Literatur............................. ................................... 35





















BAB PEMBUKA
Latar belakang
Pada zaman Newton, orang telah mengetahui bahwa cahaya merambat lurus. Orang juga telah menetahui bahwa ketika cahaya mengenai bidang batas antara dua medium tembus cahaya, cahaya tersebut dibiaskan (dibelokan). Untuk menjelaskan kedua fenomena cahaya ini, newton mengangap bahwa benda-benda bercahaya menembakan sejumlah partikel ke segala arah. Partikel-partikel itu tidak bermasa sehinggatdak dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Sesuai hukum newton 1, parikel-partikel cahayaini akan bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Ketika partikel-partikel cahaya ini dihentikan oleh sebuah penghalang tak tembus cahaya, suatu bayangan tajam akan dibentuk pada panghalang tersebut.
Pada tahun 1804, Thomas young (1773-1829),ilmuan inggris, berhasilmendemonstrasikan interfensi cahaya, yaitu fenomena dimana 2 suber cahaya koheren yang dihasilkan oleh celah ganda membentuk pita terang dan pita gelap secarabergantian pada layar.
Augustin fresnel (1788-1827),ilmuan perancis,melakukan percobaan yang mirip dengan percobaan interpansi young. Bahkan fresnel-lah yang berjasa dalam memberikan toeri matematika tentang interferensi dan difraksi cahaya. Untuk kerjanya ini, fresnel menerima penghargaan dari paris academy pada tahun 1818.
Kegagalan teori partikel cahaya newtn menjelaskan interfensi cahaya menyebabkan young dan fresnel mengemukakan teori gelombang transversal yang merambat malalui suatu medium. Pada saat itu ong ornang telah mengetahui bahwa cepat rambat cahaya dalam vakum adalah c = 3x 10 8 m/s.
Memandang cahaya sebagai gelombang transnersal yang memerlukan medium untuk perambatan sungguh manyulitkan para ilmuan. Bagaimana orang bisa percaya bahwa medium ( disebut “eter” ) memenuhi semua angkasa, padahal orang mengetahui bahwa planet -planetbergerak bebas melalui angkasa tepat seperti planet-planet ini bergerak melalui suatu vakum tanp hambatan sam sekali. James clrek maxwell ( 1831-1879), ilmuan skotlandia yang menekuni listrik dan maknet selama bertahun-tahun, kemudian mengajukan suatu teori tentang gelombang elektromagnetik.
Saat ini kemajuan teknologi terus meningkat termasuk dalam penggunaan gelombang elektomagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, gelombang elektromagnetik selalu ada disekitar kita. Salah satu contohnya adalah gelombang radio. Tanpa kita sadari,pula di dalam tubuh manusia juga terdapat gelombang elektromagnetik yaitu sinar inframerah.
Banyak manusia yang tidak sadar bahwa gelombang elektromagnetik banyak yang digunakan untuk peralatan elektronik pada saat ini. Peralatan elektronik yang mereka gunakan berasal dari pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Salah satu contohnya adalah telepon genggam. Telepon genggam ini merupakan salah satu contoh perkembangan hasil dari gelombang elektromagnetik. Foster (2004) menyatakan bahwa gelombang elektromagetik ini terdiri dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dibedakan berdasarkan frekuensi atau panjang gelombang. Oleh karena itu, disini kita akan mempelajari tentang gelombang elektromagnetik, spektrum gelombang elektromagnetik, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cepat rambat
Gelombang electromagnetik
Dengan
C = cepat rambat gelombang electromanetik (m/s)
µ = permeabilitas vakum = 4 x 10 Wb A m ,
= permitivitas vakun = 8,85418 x 10 c N m

Fenomena interfensi tidak dapat dijelaskan oleh teori partikel cahaya newton. Jika cahaya disusun oleh partikel-partikel, layar akan menerima partikel-partikel dari kedua celah. Daerah dimana partikel partikel saling bertumpukan(disekitar daerah pusat) harusnya lebih terang secara seragam dari pada sekitar daerah pinggiran ( disekitar ujung q dan r),fakta ini terjadi. Sebagai gantinya, justru daimati pita ternang saling bergantian dilayar.

Saat ini hampir semua orang memiliki peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dengan nyaman diletakkan di dalam saku, namun dianggap memiliki fungsi yang sangat besar terutama untuk berkomunikasi. Ya, benda itu adalah sebuah ponsel (telepon seluler). Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain seperti mengirim dan menerima pesan singkat (sms), mendengarkan musik, atau mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan?
Konsep yang bisa menjelaskan fenomena ini adalah konsep gelombang elektromagnetik. Dan, konsep gelombang elektromagnetik ternyata sangat luas tidak hanya berkaitan dengan TV atau ponsel saja, melainkan banyak aplikasi lain yang bisa sering kita temukan sehari-hari di sekitar kita. Aplikasi tersebut meliputi microwave, radio, radar, atau sinar-x.
Dua hukum dasarnya adalah yang menghubungkan gejala kelistrikan dan kemagnetan.
Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.


Michael Faraday, penemu induksi elektromagnetik
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.


James Clerk Maxwell peletak dasar teori gelombang elektromagnetik
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam ruang.
1.2 Rumusan Masalah
Fenomena-fenomena alam yang terjadi di muka bumi ini sebagian besar berkaitan dengan gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu, untuk mengetahui tentang gelombang elektromagnetik dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut.
1.2.1 Apa definisi gelombang elektromagnetik ?
1.2.2 Apa sifat gelombang elektromagnetik ?
1.2.3 Apa definisi spektrum gelombang elektromagnetik ?
1.2.4 Apa macam spektrum gelombang elektromagnetik ?
1.2.5 Bagaimana penerapan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan
sehari-hari?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah di atas, dapat diketahui bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah.
1.3.1 Untuk mengetahui definisi gelombang elektromagnetik,
1.3.2 Untuk mengetahui sifat gelombang elektromagnetik,
1.3.3 Untuk mengetahui definisi spektrum gelombang elektromagnetik,
1.3.4 Untuk mengetahui macam-macam spektrum gelombang elektromagnetik,
1.3.5 Untuk mengetahui penerapan gelombang eletromagnetik dalam kehidupan
sehari-hari.

BAB2.1 Definisi Gelombang Elektromagnetik
Orang yang pertama kali menguji hipotesis Maxwall mengenai gelombang elektromagnetik adalah Heinrich Hertz, pada tahun 1887 (Foster, 2004). Percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Hertz memberikan definisi gelombang elektromagnetik. Supriyono (2006) menyatakan bahwa “gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan medan listrik yang berubah secara periodik dan serempak, dengan arah getar tegak lurus satu sama lain, dan masing-masing medan tegak lurus arah rambat gelombang”.
* SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.
Contoh spektrum elektromagnetik
1. Gelombang Radio
Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang atau frekuensinya. Jika panjang gelombang tinggi, maka pasti frekuensinya rendah atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio mulai dari 30 kHz ke atas dan dikelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya. Gelombang radio dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator. Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh antena pula. Kamu tidak dapat mendengar radio secara langsung, tetapi penerima radio akan mengubah terlebih dahulu energi gelombang menjadi energi bunyi.
2.Gelombang mikro
Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis.
Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR (Radio Detection and Ranging) RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan gelombang mikro. Karena cepat rambat glombang elektromagnetik c = 3 X 108 m/s, maka dengan mengamati selang waktu antara pemancaran dengan penerimaan.

3.Sinar Inframerah
Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kamu memeriksa spektrum yang dihasilkan oleh sebuah lampu pijar dengan detektor yang dihubungkan pada miliampermeter, maka jarum ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spektrum merah itu disebut radiasi inframerah.
Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena benda diipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah sinar inframerah yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda.
4.Cahaya tampak
Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Panjang gelombang tampak nervariasi tergantung warnanya mulai dari panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk cahaya violet (ungu) sampai 7x 10-7 m untuk cahaya merah. Kegunaan cahaya salah satunya adlah penggunaan laser dalam serat optik pada bidang telekomunikasi dan kedokteran.
5.Sinar ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai 1016 Hz atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7 m. gelombang ini dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber utama yang memancarkan sinar ultraviolet dipermukaan bumi,lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas atmosferlah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan meneruskan sinar ultraviolet yang tidak membahayakan kehidupan makluk hidup di bumi.
6.Sinar X
Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz . panjang gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm. meskipun seperti itu tapi sinar X mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal, kayu tebal beberapa sentimeter dan pelat aluminium setebal 1 cm.
7.Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz atau panjang gelombang antara 10 cm sampai 10 cm. Daya tembus paling besar, yang menyebabkan efek yang serius jika diserap oleh jaringan tubuh.
* GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet den medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus.
Terjadinya gelombang elektromagnetik
Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam ruang.\
* POLARISASI CAHAYA
Polarisasi adalah peristiwa perubahan arah getar gelombang cahaya yang acak menjadi satu arah getar.
atau polarisasi optik adalah salah satu sifat cahaya yakni jika cahaya itu bergerak beroscillasi dengan arah tertentu.
Terjadi akibat peristiwa berikut :
1. Polarisasi dapat diakibatkan oleh pemantulan Brewster
2. Polarisator karena penyerapan selektif
3.Polarisasi karena pembiasan ganda, terjadi pada hablur kolkspat (CaCO3),kuarsa,mike,kristal gula,topaz,dan es.
Polarisasi cahaya adalah penguraian cahaya,gambar arah cahayanya merambat lurus.

ISI
Pada mulanya gelombang elektromagnetik masih berupa ramalan dari Maxwell yang dengan intuisinya mampu melihat adanya pola dasar dalam kelistrikan dan kemagnetan, sebagaimana telah dibahas di atas. Kenyataan ini menjadikan J C Maxwell dianggap sebagai penemu dan perumus dasar-dasar gelombang elektromagnetik.

Teori Maxwell tentang listrik dan magnet meramalkan adanya gelombang elektromgnetik
Ramalan Maxwell tentang gelombang elektromagnetik ternyata benar-benar terbukti. Adalah Heinrich Hertz yang membuktikan adanya gelombang elektromagnetik melalui eksperimennya. Eksperimen Hertz sendiri berupa pembangkitan gelombang elektromagnetik dari sebuah dipol listrik (dua kutub bermuatan listrik dengan muatan yang berbeda, positif dan negatif yang berdekatan) sebagai pemancar dan dipol listrik lain sebagai penerima. Antena pemancar dan penerima yang ada saat ini menggunakan prinsip seperti ini.



diagram skematik eksperimen Hertz
Melalui eksperimennya ini Hertz berhasil membangkitkan gelombang elektromagnetik dan terdeteksi oleh bagian penerimanya. Eksperimen ini berhasil membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik yang awalnya hanya berupa rumusan teoritis dari Maxwell, benar-benar ada sekaligus mengukuhkan teori Maxwell tentang gelombang elektromagnetik.
A.Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik yang dirumuskan oleh Maxwell ternyata terbentang dalam rentang frekuensi yang luas. Sebagai sebuah gejala gelombang, gelombang elektromagnetik dapat diidentifikasi berdasarkan frekuensi dan panjang gelombangnya. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik sebagaimana gelombang radio atau sinar-X. Masing-masing memiliki penggunaan yang berbeda meskipun mereka secara fisika menggambarkan gejala yang serupa, yaitu gejala gelombang, lebih khusus lagi gelombang elektromagnetik. Mereka dibedakan berdasarkan frekuensi dan panjang gelombangnya. Gambar berikut ini menunjukkan spektrum gelombang elektromagnetik.
Di dalam sebuah pesawat pemancar getaran-getaran yang dibangkitkan oleh rangkaian oscilator (pembangkit getaran)
diperkuat lalu disalurkan ke antenna untuk dipancarkan ke udara terlebih dahulu diubah menjadi getaran-getaran listrik.
Getaran-getaran ini asal mulanya dapat berupa getaran suara, musik, getaran optis (pada TV), getaran mekanik dan Iainlain.
Setelah getaran tersebut diolah dengan berbagai proses sehingga akhirnya siap dipancarkan melalui saluran
transmisi kabel (Coax) dikirimkan ke antenna pemancar yang telah sesuai dengan dimensi panjang gelombang untuk
dipancarkan ke udara dalam bentuk gelombang elektro magnetis.
Definisi. Gelombang Elektro Magnetis ialah gelombang yang terdiri dari medan listrik dan medan magnit yang satu sama
lain saling tegak lurus.
Arah Rambatan Gelombang Elektro Magnetis.
Medan-medan listrik dan magnit tersebut berubah secara sines dan mempunyai frekuensi seperti frekuensi getaran listrik
yang dipancarkan oleh pesawat pemancarnya. Adapun arah rambatan dari Gelombang Elektro Magnetis ini ditentukan
oleh sebuah vektor P yang merupakan hasil kali secara silang dari vektor medan listrik (E) dengan vektor medan magnit
(H). Jadi arah rambatan.
P = E X H.
Perlu diketahui bahwa di dalam perhitungan secara vektor, hasil kali secara titik dari dua buah vektor tidak sama dengan
hasil kali secara saling dari dua buah vektor tersebut.
yang terkecil arah putaran ke kanan, maka arah vektor P tegak lurus bidang E dengan H ke depan. Kalau E diputar ke H
dengan melalui sudut yang terkecil arah putaran ke kiri, maka arah vektor P tegak lurus bidang E dengan H ke belakang.
Gambar
Jika dari sebuah titik dipancarkan Gelombang Elektro Magnetis, maka gelombang tersebut akan merambat ke semua
arah dengan sama rata. Karena sebuah gelombang elektro magenetis merupakan bentuk lain dari medan listrik dan
medan magnit yang satu sama lain saling tegak lurus dan berarti pula terpancarlah tenaga listrik kesemua arah.
Yang dimaksud dengan sinar ialah pancaran tenaga ke satu arah tertentu. Sinar-sinar selalu tegak lurus pada front
gelombang. Jika kita meninjau sinar dari Gelombang Elektro Magnetik maka sinar tersebut, terdiri dari medan listrik E
dan medan magnit H yang satu sama lain saling tegak lurus dan tegak lurus pula arah rambatan sinar. Sinar dari
Gelombang Elektro Magnetis dapat kami gambarkan seperti gambar di bawah.
Besarnya tenaga Gelombang Elektro Magnetis di suatu titik ditentukan oleh besarnya kuat medan listrik dititik tersebut =
volt meter atau ditentukan oleh besarnya kuat medan magnit di titik tersebut
Volt
E -----------------
Amper
Atau ditentukan oleh besarnya kuat medan magnet dititik tersebut
Amper
H --------------------
Meter
Hubungan Antara Kuat Medan Listrik Dengan Kuat Medan Magnit.di suatu titik ditentukan oleh rumus sbb:
Jadi 120 ohm adalah merupakan tahanan yang istimewa, Jika kita dapat membuat sebuah pesawat terbang dengan
tahanan bahan material pesawat terbang dengan nilai 120 ohm, maka pesawat terbang tersebut tidak dapat
memantulkan dengan baik gelombang radio, secara otomatis pesawat terbang tersebut tidak akan terdeteksi oleh radar.
Polarisasi Gelombang Elektro Magnetis.
Polarisasi dari Gelombang Elektro Magnetis ditentukan oleh keadaan medan listriknya, terhadap permukaan bumi.
Adapun macam-macam polarisasi yang terdapat pada Gelombang Elektro Magnetis ialah
Polarisasi vertikal Gelombang Elektro Magnetis dikatakan terporarisasi vertikal apabila medan listriknya vertikal terhadap
permukaan bumi.
Polarisasi horizontal Gelombang Elektro Magnetis dikatakan terpolarisasi horizontal apabila medan listriknya Horizontal
terhadap permukaan bumi.
Polarisasi elliptis apabila medan listriknya tidak vertikal dan tidak horizontal terhadap permukaan bumi.
Gelombang Radio dan Pembagiannya.
Gelombang listrik maupun Gelombang Elektro Magnetis yang mempunyai frekuensi tinggi disebut Gelombang Radio.
Pada umumnya gelombang listrik akan diubah menjadi Gelombang Elektro Magnetis secara efektif apabila frekuensinya
tinggi.
Berdasarkan pada batas-batas frekuensinya maka Gelombang Radio dapat dibeda-bedakan sebagai berikut:
Very Low Freq. (VLF) 10Khz-30Khz
Redaman kecil sekali, konstan sepanjang saat kebanyakan dipergunakan komunikasi jarak jauh dari titik ke titik atau
komunikasi dibawah air laut seperti dipergunakan pada kapal selam.
Low Freq. L.F.(LF) 30 Khz-300 Khz
150 kHz: Sinyal di freq 150 Khz tidak terpengaruh propagasi ionosphere tapi malah lebih baik untuk komunikasi di dalam
air, freq ini banyak digunakan untuk komunikasi antar kapal selam militer kebanyakan menggunakan emisi CW dan
RTTY, jika ingin memonitor freq 150 khz paling tidak harus menggunakan antenna yang panjang dan harus sesuaikan
panjang gelombangnya dan 150 khz jika di monitor akan lebih banyak noise dan statik.
150 to 540 kHz: Freq ini boleh juga disebut Long wave, kebanyakan stasiun jika di monitor di freq 150-540khz adalah
pancaran navigasi beacons selalu mengulang ulang callsign dengan mode CW. Di Eropa freq ini juga digunakan untuk
broadcast. disekitar freq 155 - 281 khz banyak transmisi rtty dan Navtex dan biasanya di freq 512Khz. Untuk Receiving
yang terbaik pada malam hari atau saat musim hujan sedangkan jika pada siang hari redaman sangat besar.
Medium Freq. (MF) 300 Khz-3 MHZ.
540 to 1700 kHz: freq ini adalah spektrum untuk dipergunakan pemancar broadcast AM atau bisa disebut MW (Medium
Wave). Banyak stasiun Broadcast AM dan jarak jangkau yang cukup jauh, khusus pada malam hari receiving akan lebih
baik jika dibandingkan pada siang hari.
1700 to 1800 kHz: kebanyakan stasiun jika di monitor di freq 1700-1800 khz adalah pancaran navigasi beacons selalu
mengulang ulang callsign dengan mode CW boleh juga disebut "grab bag" of miscellaneous radio communications,
kebanyakan sekitar frekwensi ini dipakai untuk mengetahui lokasi ikan yang sedang berkumpul pada saat memancing di
laut, komunikasi antar nelayan/kapal atau juga banyak digunakan perusahaan minyak untuk eksplorasi minyak.
1800 to 2000 kHz: 160 Meter amatir band kemungkinan anda bisa mendengar banyak pancaran sinyal dengan mode
ssb terutama para DXER lowband dan akan lebih baik jangkauannya jika di malam hari.dan saat musim hujan
2000 to 2300 kHz: Frekwensi ini banyak digunakan untuk panggilan darurat (2182 Khz) komunikasi maritim (antar Kapal), dan juga tentang informasi cuaca dan akan lebih baik kondisi jangkauannya jika malam hari..
2300 to 2498 kHz: Gelombang 120-meter banyak digunakan broadcast band, terutam pada negara negara yang beriklim
tropis.
2498 to 2850 kHz: Banyak stasiun Maritim terdengar pada sekitar freqwency ini dan frekwensi untuk standard waktu
internasional WWV di 2500 Khz.
High Freq. (H.F) 3 Mhz-30 Mhz.
2850 to 3150 kHz: Frekwensi ini digunakan untuk komunikasi antar pesawat udara dan menara pwngawas (Air Band)
bekerja pada mode USB dan ada juga laporan kondisi cuaca untuk informasi penerbangan. Di indonesia sekitar tahun
1980 disekitar freq ini banyak digunakan Pirates (Pemancar Gelap) dengan Home made pemancar emisi AM dan
kadang kadang Broadcast.
3150 to 3200 kHz: Pada range ini banyak terdengar transmisi RTTY
3200 to 3400 kHz: Dibawah sedikit dari amatir band kurang lebih panjang gelombang 90 m juga ada terdengar
Broadcast dan beberapa stasiun lainnya yang diperuntukan untuk komunikasi komersial dan pemerintahan. Kondisi
penerimaan akan lebih baik jika pada malam hari
3400 to 3500 kHz: Freq ini biasa digunakan untuk Air Band Mode USB
3500 to 4000 kHz: Ini adalah Band 80 M yang biasa digunakan oleh anggota amatir dengan mode CW 3.5, LSB 3.7 -
3.9. penerimaan terbaik jika pada malam hari.
4000 to 4063 kHz: Freq ini Banyak di dengar stasiun Fix Militer dan lainnya pada emisi SSB.
4063 to 4438 kHz: Freq ini digunakan untuk call channel maritim pada mode USB dengan freq 4125 khz.
4438 to 4650 kHz: Range ini digunakan untuk Fix atau Mobile stasiun
4750 to 4995 kHz: ini adalah gelombang 60 meter broadcast band, akan lebih baik kondisi nya jika sore hari dan malam.
Biasa nya terjadi fading QSB untuk stasiun yang berada di sebelah timur anda jika dilokasi anda saat matahari
terbenam, begitupula terjadi pada stasiun yang berada disebelah barat anda setelah matahari terbenam.
7000 to 7300 kHz: Alokasi frequency diperuntukan untuk amatir radio pada freq 7.000-7.010 biasa dipakai untuk
transmisi CW untuk Dxing dan 7.050-.7.100 dipakai untuk Phone SSB. Band ini baik untuk Dxing jika menjelang mathari
terbit dan menjelang matahari tenggelam atau tengah malam sedangkan pada siang hari redaman cukup besar.
14000 to 14350 kHz: Band ini adalah band amatir banyak digunakan pada 14.000 - 14.100 dengan mode CW RTTY
Amtor Packet Radio sedangkan 14.150 - 14.300 banyak dipakai untuk Phone SSB dan kondisi baik pada menjelang sore
hari
18168 to 19990 kHz: Segmen freq ini dipergunakan untuk Stasiun Fix dan maritim dengan mode FSK dan beberapa
dengan digital mode, frequency yang sangat menarik untuk di monitor adalah pada freq 19954 khz yang dipergunakan
oleh negara Rusia untuk stasiun beacon pesawat ruang angkasa dan dipergunakan sangat terbatas pada siang hari
waktu setempat.
21000 to 21450 kHz: Band ini adalah band amatir banyak digunakan pada 21.000 - 21.100 dengan mode CW RTTY
Amtor Packet Radio sedangkan 21.150 - 21.300 banyak dipakai untuk Phone SSB dan kondisi baik pada pagi dan siang
hari dan skip (terjadi redaman besar) pada malam hari terutama setelah jam 12 malam.
26000 to 28000 kHz: Ini Adalah Citisen band , jika di indonesia dipergunakan oleh RAPI dan kebanyakan satsiun Mobile
dengan low power dengan emisi SSB dan AM.
28000 to 29700 kHz: Band ini banyak dipakai aktifitas Amatir radio menggunakan mode CW pada freq 28.000-28.150
dengan SSB pada freq 28.500hingga 29.7 Mhz. Kondisi band ini sangat tidak konstan dan sangat tergantung kondisi
ionosphere yang dapat berubah setiap saat.
Very High, Freq (VHF) 30 Mhz - 300 Mhz
Bersifat quasioptis merambat seperti cahaya (Line of Sight), kadang kala pada waktu waktu tertentu ada partikel debu
yang disebabkan oleh meteor scater atau debu pasir yang membumbung tinggi di udara sehingga gelombang VHF
mampu dipantulkan kembali ke bumi dan diterima oleh pesawat penerima dalam radus jarak yang cukup jauh.
Penggunaan band freq ini kebanyakan dipakai untuk Broadcasting, TV ,FM Radio, Radar komunikasi pada pesawat
terbang.
Ultra High (UHF) 300 Mhz - 3 Ghz
Bersifat quasioptis merambat seperti cahaya (Line of Sight).
Banyak digunakan untuk Broadcast TV Radar, Repeater, Stasiun Relay
Super High. (S.H.F) 3 Ghz - 30 Ghz
Bersifat quasioptis merambat seperti cahaya (Line of Sight), dipergunakan untuk Wave Guide
Extremely High Freq (EHF) 30 Ghz - 300 Ghz
Bersifat quasioptis merambat seperti cahaya (Line of Sight), dipergunakan untuk Wave Guide.
Gelombang Audio 15 - 1500 hertz
Gelombang Video 30 Khz - 6 Mhz
Gelombang Radio 30 Khz - tak terhingga
Perambatan Gelombang Elektro Magnetis
Ham Radio atau para Dxer setidaknya pernah mengalami hal hal yang luar biasa saat aktifitas di udara (on Air) terutama
pada band HF atau di bawah 30 Mhz band. Amatir band 1.8 - 30 Mhz terdapat perbedaan kharaketristik yang menarik
perhatian dalam Dxing, karena masing masing band berbeda saat-saat kondisi terbaik untuk hubungan komunikasi jarak
jauh. Untuk lebih detail bagaimanakah perambatan gelombang yang terjadi dalam setiap transmisi radio dan freqwency
yang dipergunakan, dan faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan kondisi band selain sun spot Cycle, Scater,
Musim , Bulan Hari, Jam, kondisi antenna, pemancar, ground reflection .
Rambatan gelombang elektro magnetis adalah sama dengan rambatan dari gelombang cahaya atau sinar, antara lain
dalam rambatannya mengalami:
Refleksi = pemantulan
Refraksi = pembiasan
Diffraksi = pembawuran = pemecahan
Sebuah pesawat pemancar akan bekerja dan memancarkan gelombang Elektro Magnetis secara terus menerus selama
pesawat pemancar tersebut bekerja, gelombang-gelombang Elektro Magnetis ini akan dikirimkan akan merambat ke
segala arah Jika ditransmisikan dengan type omnidirectonal antenna.
Berdasarkan pada arah rambatan radiasi gelombang tersebut, maka gelombang Elektro Magnetis dapat dibagi menjadi
tiga jenis arah radiasi:
Perkiraan Jarak pancaran Ground wave sesuai karakteristik band
Perkiraan Jarak pancaran Ground wave sesuai karakteristik band Frequency (MHz)Range (miles)Range
(Km)1.893149.63.567107.874775.6143353.1212743.4282337501930.5144Line of sight 430Line of sight 1200Line of Sight
Ground Wave : adalah gelombang Elektro Magnetis yang merambat meninggalkan antena pemancar dan tiba pada
antena penerima secara langsung tanpa efek pantulan merambat sejajar dengan permukaan bumi.
Space wave adalah gelombang Elektro Magnetis yang merambat meninggalkan antena pemancar tiba pada antena
penerima dengan melalui pemantulan troposphere.
Sky wave adalah gelombang Elektro Magnetis yang merambat meninggalkan antena pemancar dan tiba pada antena
penerima dengan melalui proses pemantulan pada lapisan-lapisan ionosphere yang berada pada daerah atmosphere
bumi yang tertinggi sehingga memungkinkan untuk dapat berhubungan jarak jauh pada belahan bumi manapun.
Pemantulan Gelombang Elektro Magnetis
Gelombang Elektro Magnetis dapat dipantulkan dari beberapa macam permukaan benda-benda tertentu seperti halnya
yang terjadi pada pemantulan cahaya oleh sebuah cermin.
Benda-benda yang mempunyai konductivitas listrik (kemampuan menghantar listrik) adalah pemantul radiasi yang baik
dan mempunyai permukaan yang halus misalnya plat tembaga/alumunium, adalah dapat memantulkan gelombang
Elektro Magnetis dengan baik. Permukaan bumi dapat juga menjadi permukaan pemantul yang baik. Di samping
permukaan bumi juga lapisan-lapisan ionosphere yang terdapat pada daerah atmosphere bumi yang paling tinggi adalah
merupakan lapisan pemantul yang baik.
Gambar di bawah menunjukkan gelombang Elektro Magnetis dipantulkan oleh sebuah permukaan halus yang bersifat
menghantar listrik (a smoot elektrically conductive surface). Pada pemantulan maka sudut datang, adalah sama dengan
sudut pantul. Perha-tikan juga perubahan phase dari medan listriknya. Pembiasan Dan Pemantulan Gelombang Elektro
Magnetis
Kecepatan rambatan serta perubahan dari gelombang Elektro Magnetis di daerah yang intensitas kelistrikannya tinggi
adalah lebih besar dari pada kecepatan rambatan serta perubahan di daerah yang intensitas kelistrikannya rendah.
Hal ini juga terjadi pada sinar matahari dan sinar kosmos. Batas antara daerah-daerah yang berbeda-beda sifat
kelistrikannya tidak dapat dilihat dengan jelas, karena dalam keadaan yang sebenarnya perubahan kesanggupan
menghantar gelombang terjadi secara berangsur-angsur dan tidak sekonyong-konyong. Untuk pembicaraan
pendahuluan baiklah kita terima terlebih dahulu perbedaan media diatmosphere yang perubahan kelistrikannya secara
tajam seperti pada gambar di bawah yang disebut perbatasan. Ada dua macam peristiwa yang terjadi pada gelombang
Elektro Magnetis yang datang dari daerah yang kelistrikannya lebih kecil ke daerah kelistrikannya lebih besar dengan
perubahan yang sekonyong-konyong ialah:
Gelombang Elektro Magnetis yang tiba di daerah perbatasan secara tegak lurus (dengan sudut datang 90°), gelombang
tersebut akan dipantulkan secara keseluruhan dan tegak lurus pada daerah perbatasan sehingga akan kembali melalui
jalan semula.
Gelombang Elektro Magnetis yang tiba di daerah perbatasan dengan sudut datang lebih kecil dari 90°, maka gelombang
tersebut, sebagian akan dipantulkan dengan sudut datang sama dengan sudut pantul dan sebagian akan diteruskan.
Akan tetapi gelombang yang diteruskan ini arahnya telah dirubah dengan arah semula, akibat dari pada sifat kelistrikan
yang berbeda. Pembelokan arah ini disebut pembiasan dan dap at diterangkan dengan gambar.
Apabila diperhatikan dengan seksama, maka bayangan tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu:
a.Daerah di belakang benda yang berdekatan dengan garis pinggiran benda, bayangannya nampak samar-samar dan
tidak gelap sama sekali.
b.Daerah tepat di balik benda bayangannya gelap sama sekali.
Daerah yang kabut ini (a.) bisa jadi karena cahaya tersebut di sekitar daerah tepi benda, mengalami difraksi.
(1)Pada daerah yang kelistrikannya lebih besar, kecepatan rambatan perubahan radiasi gelombang adalah lebih besar,
dibandingkan dengan kecepatan gelombang yang berada di daerah yang kelistrikannya kecil. Sehingga jarak AA 1 BB 1,
yang mengakibatkan terjadinya pembelokan.
(2)Pembiasan selalu terjadi bila gelombang melalui medium yang berbeda-beda sifat kelistrikannya dan tiba di
perbatasan dengan sudut lebih kecil dari 90°.
(3)Besarnya perbandingan kecepatan gelombang di dalam kedua media tersebut dinamakan faktor pembiasan (n) yang
sering dirumuskan sebagai berikut;
faktor pembiasan = sudut datang = sudut bias
Peristiwa semacam ini juga terjadi pada gelombang elektro magnetis, tetapi gelombang elektro magnetis difraksinya
lebih tajam, sehingga memungkinkan sebuah pesawat penerima yang berada di balik sebuah gedung terhadap
pemancar masih dapat menerima gelombang yang dipancarkan oleh pemancar tersebut.
berubah-ubah sepanjang waktu di samping hal tersebut di atas terdapat juga perubahan atmosphere yang diakibatkan
oleh keadaan geografinya. Ketidak sama rataan ini akan mempengaruhi jalannya propagasi dari gelombang Elektro
Magnetis di Atmosphere.
PENGARUH ATMOSPHERE TERHADAP RAMBATAN GELOMBANG
Atmosphere adalah tidak sama di semua tempat. Ketetapan-ketetapan atmosphere misalnya kelembaban udara,
kerapatan gas-gas, temperatur dan lain-lainnya adalah selalu berubah ubah sepanjang waktu disamping hal tersebut
diatas terdapat juga perubahab atmosphere yang diakibatkan pleh keadaan geografinya. Ketidak samarataan ini akan
mempengaruhi jalanya rambatan gelombang elektromagnetis di atmosphere.
Sifat-sifat Atmosphere
Yang termasuk dalam ruang lingkup atmosphere ialah daerah dihitung dari permukaan bumi sampai pada ketinggian
700 km. Adapun daerah pada ketinggian di luar/yang lebih besar dari 700 km disebut exosphere = dirgantara. Secara
garis besarnya atmosphere dibagi menjadi 3 daerah:
a.Troposhere ialah daerah atmosphere pada ketinggian (0 - 11) km, yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
(1) terdapat uap air
(2) suhu berubah-ubah
(3) ada awan dan ada turbulance.
b.Stratosphere ialah daerah atmosphere pada ketinggian (11 - 80) km yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
(1) Tak terdapat uap air
(2) Suhu tetap
(3) Tak ada awan dan tak ada turbulance
Long Path Comunication
Gelombang Elektro Magnetis
c. Ionosphere ialah daerah atmosphere pada ketinggian antara (80 - 700) km, yang mempunyai sifat-sifat:
atom-atom udara terpisah menjadi ion-ion dan elektron-elektron sebagai terbentuk la-pisan ion-ion.
(2) makin tinggi, derajat ionisasi makin besar.
(3) merupakan lapisan pemantul bagi gelombang elektro magnetis.
Dirgantara = Exosphere
Daerah di luar atmosphere pada ketinggian 700 km ke atas disebut dirgantara = exosphere dan mempunyai sifat-sifat
sebagai berikut:
a. Tak ada o2 (oxigen)
b. Vacum = hampa udara (tak ada tekanan)
c. Gelap
d. Tidak menghantar suara (sunyi, sepi, tak ada bunyi)
e. Tidak menghantar panas
f. Tidak ada particle-particle sinar
g. Tidak ada pengaruh mekanis (dorongan dan tekanan)
h. Solar radiation. (Radiasi Sinar matahari langsung tanpa filter)
Komposisi masing-masing Lapisan Atmosphere Selain atmosphere dapat dibagi menjadi tiga bagian besar seperti di
atas, tiap-tiap lapisan masih dapat dibagi-bagi lagi sebagai berikut:
a. Troposhere dibagi menjadi:
(1) bottom layer tinggi 1-2 meter
(2) ground layer tinggi 2 m - 2 km
(3) adrertion layer tinggi 2 - 8 km
(4) Tropance tinggi 8 - 11 km
b Stratosphere
(1) Isotharmal leyer tinggi 11 - 35 Km
(2) Hot Layer tinggi 35 - 50 Km
(3) Upper Maxing Tinggi 50 - 80 Km
c. Ionosphere
(1) Lapisan D tinggi 8 - 85 Km
(2) Lapisan E tinggi 85 - 140 Km
(3) Lapisan F tinggi 140 - 200 Km
(4) Lapisan Atom Tinggi 200 - 700 Km
Tinggi dari lapisan-lapisan ini adalah tidak mutlak, karena tinggi lapisan-lapisan ionosphere sangat tergantung dari pada
keadaan atmosphere serta letak geografi di mana kita menyelidiki tinggi lapisan-lapisan ionosphere tersebut.
PERAMBATAN GELOMBANG
Sesungguhnya kata WAVE PROPAGATION amat sulit untuk dicarikan persamaannya di dalam bahasa Indonesia
dengan tepat, namun demikian kata PERAMBATAN GELOMBANG adalah merupakan kata yang paling dekat artinya
dengan WAVE PROPAGATION.
Karena sulitnya mencari kata kata yang tepat dalam bahasa Indonesia yang sama artinya dengan PROPAGATION,
maka kata tersebut sering diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi PROPAGASI.
Arti Propagasi.
Propagasi ialah proses pengiriman atau pemindahan tenaga dari satu tempat ke tempat
lain dengan perantaraan Gelombang Elektro Magnetis.
Bila propagasi ini terjadi pada gelombang radio maka proses ini berlangsung sejak
gelombang tersebutidi pancarkan oleh antenna pemancar, sampai gelombang tersebut
diterima oleh antenna penerima.
Gelombang radio yang dipancarkan oleh antenna pemancar tersebut dapat berupa gelombang yang tidak memodulasi
maupun gelombang yang telah dimodulasi dengan
gelombang pemodulasi. Di mana gelombang pemodulasi tersebut dapat berupa:
a. Pulsa-Pulsa - pada radar.
b. Getaran optis - pada televisi.
c. Getaran suara - pada radio.
d. Getaran mekanik - pada morse.
Dengan diterimanya gelombang radio oleh pesawat penerima maka terjadilah peristiwa komunikasi antara satu tempat
dengan tempat lain. Jadi sekarang jelaslah, perbedaan antara Propagasi dengan Komunikasi. Untuk lebih jelasnya maka
dapat kita pelajari apa arti Komunikasi itu.
Arti Komunikasi/Perhubungan.
Ada dua pengertian tentang Komunikasi/Perhubungan:
a. Arti yang umum ialah penyampaian berita dari satu tempat ke tempat lain dengan memakai: suara, tulisan, kode-kode
dan Iain-lain.
b. Arti yang bersifat teknis ialah pemancaran/pengiriman serta penerimaan tanda-tanda, tulisan-tulisan, suara-suara atau
keterangan-keterangan yang bersifat apapun, baik dengan kawat, radio atau visual dari satu tempat ke tempat lain.
Kualitas Propagasi.
Kualitas daripada propagasi gelombang radio menentukan akan baik buruknya hasil komunikasi yang dicapai. Kualitas
propagasi ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain:
a. Tergantung daripada waktu sepanjang tahun, bulan, hari.
b. Tergantung daripada lintasan bumi terhadap matahari.
c. Tergantung daripada frekuensi gelombang radio yang dipancarkan, antenna dll.
d. Tergantung dari macamnya polarisasi gelombang.
e. Tergantung dari daerah.di mana pesawat pemancar dan penerima berada. Saat
Berlangsungnya Komunikasi.
Pengetahuan propagasi gelombang adalah merupakan pengertian dasar dari cara bekerjanya hubungan radio, radar,
televisi dan sisteiri-sistem elektronik lainnya. Semuanya sistim ini mempergunakan pemancar sebagai alat untuk
menghasilkan sinyal tersebut disalurkan melalui saluran transmisi ke antenna pemancar yang selanjutnya untuk
dipancarkan dalam bentuk gelombang elektro magnetis. Dari sini dimulailah perjalanan rambatan gelombang serta
perubahan perubahan yang terjadi sepanjang transmisi di sebut dengan propagasi gelombang radio sampai sinyal
tersebut diterima oleh antenna penerima. Kemudian sinyal dikirim ke pesawat penerima dengan melalui saluran
transmisi, untuk selanjutnya diubah menjadi bentuk kode, suara, gambar dan Iain-lain, seperti bentuk semula.
Kekuatan Radiasi Yang Dipancarkan Dan kekuatan radiasi Yang Dikirim.
Tenaga listrik dari sinyal, oleh antenna pemancar diubah menjadi tenaga gelombang elektro magnetis yang kemudian dl
pancarkan ke segala arah oleh jenis antenna omnidirectional.Sehingga kekuatan radiasi yang dipancarkan pada satu
arah tertentu hanyalah sebagian kecil dari selurut tenaga yang dipancarkan oleh antenna pemancar. Dari penjelasan ini
nyatalah bahwa tenaga yang diterima oleh antenna penerima yang terletak pada satu arah tertentu dari pemancar ialah
sangat kecil. Sehingga beberapa buah pesawat penerima dapat menerima sinyal yang dipancarkan oleh satu antenna
pemancar. Gambar: 1 memperlihatkan secara sederhana radiasi rambatan gelombang/propagasi gelombang radio dari
sebuah antenna pemancar sampai diterima oleh sebuah antenna penerima. Gambar no. 2 memperlihatkan bahwa makin
jauh jarak antara pesawat pemancar dengan pesawat penerima, makin kecil pula tenaga yang diterimanya.
Pada jarak AB tenaga yang diterima oleh sebuah bidang yang luasnya S, telah dibagi menjadi 16 bagian setelah tenaga
tersebut menempuh jarak sejauh 4 AB. Gambar no. 2- adalah merupakan suatu pembuktian yang nyata bahwa makin
jauh letak pesawat penerima terhadap pesawat pemancar makin kecil tenaga yang dapat diterima.
Berhasilnya hubungan Radio.
Karena jumlah tenaga gelombang yang diterima oleh antenna penerima adalah sangat mempengaruhi pada penerimaan
maka perlu kiranya, dibicarakan faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi penerimaan tenaga gelombang tersebut
ialah:
a. Jarak antara pemancar dengan penerima.
b. Besarnya daya yang dipancarkan oleh antenna pemancar.
c. Effisiensi daripada alat pemancar.
d. Sensitifitas daripada alat penerimanya.
e. Keadaan atmosphere.
f. Kelembaban dan temperatur udara.
g. Keadaan permukaan bumi antara pesawat pemancar dengan pesawat penerima.
Untuk mengetahui dan mengatasi faktor-faktor yang dapat mengganggu penerimaan hubungan radio tersebut perlu
diketahui tentang keadaan dan sifat-sifat dari gelombang elektro magnetis.
JALANNYA GELOMBANG
Jalannya gelombang Elektro magnetis udara di dalam udara banyak persamaan dengan jalannya ombak air yang
berada di dalam bak atau kolam. Jika sebuah batu dijatuhkan ke dalam bak yang berisi air maka timbullah gelombang air
dan gelombang tersebut berjalan dari titik di mana batu tersebut jatuh, terus menuju ke semua arah pada permukaan air,
sehingga merupakan suatu lingkaran yang makin lama jari-jarinya makin membesar.
Amplitude Gelombang.
Yang dimaksud dengan amplitude gelombang ialah jarak antara puncak gelombang dengan permukaan rata.Dari
pandangan kita adalah nampak jelas bahwa amplitudo dari gelombang di tempat jatuhnya batu tersebut adalah paling
besar dibandingkan dengan amplitude-amplitude dari gelombang yang letaknya semakin jauh dari tempat jatuhnya batu
tersebut. Semakin jauh gelombang tersebut dari tempat jatuhnya batu, semakin kecil pula amplitudonya.
Panjang Gelombang = ( (Lambda).
Meskipun amplitudo dari gelombang-gelombang tersebut makin jauh makin kecil, akan tetapi jarak antara puncak yang
satu dengan yang lain adalah tetap sama. Jarak antara puncak yang satu ke puncak yang lain atau jarak dari lembah
yang satu ke lembah yang lain inilah yang disebut panjang gelombang (lambda).
Pada gelombang elektro magnetis, gelombang dipancarkan terus-menerus selama pesawat pemancar bekerja. Pada
gelombang air yang disebabkan oleh batu yang dijatuhkan ke dalam air, gelombang tersebut merambat secara radier
dan amplitudonya makin lama makin kecil dan hilang.
Frekuensi Gelombang.
Banyaknya gelombang yang dipancarkan tiap satu detik disebut frekuensi, gelombang tersebut. Disingkat dengan huruf
(f). Atau untuk mencari suatu panjang gelombang bisa digunakan rumus seperti dibawah ini
300.000
----------- = (Jarak antara puncak Amplitudo yang satu ke puncak Amplitudo) Meter
freq
300.000 adalah kecepatan rambat cahaya dalam ukuran satu detik, dengan demikian kecepatan cahaya dapat
merambat 40 kali mengelilingi dunia dalam waktu satu detik.

B. Karakteristik dan penerapan tiap gelombang elektro maknetik
Gelombang Radio
Tentu kamu sering menonton TV, mendengarkan radio, atau menggunakan ponsel untuk berkomunikasi, bukan? Nah, semua peralatan elektronik itu menggunakan gelombang radio sebagai perambatan sinyalnya.
Gelombang radio merupakan gelombang yang memiliki frekuensi paling kecil atau panjang gelombang paling panjang. Gelombang radio berada dalam rentang frekuensi yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz (GHz atau orde pangkat 9). Gelombang ini dihasilkan oleh alat-alat elektronik berupa rangkaian osilator (variasi dan gabungan dari komponen Resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C)). Oleh karena itu, gelombang radio banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi. Siaran TV, radio, dan jaringan telepon seluler menggunakan gelombang dalam rentang gelombang radio ini.
Suatu sistem telekomunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai pembawa sinyal informasinya pada dasarnya terdiri dari antena pemancar dan antena penerima. Sebelum dirambatkan sebagai gelombang radio, sinyal informasi dalam berbagai bentuknya (suara pada sistem radio, suara dan data pada sistem seluler, atau suara dan gambar pada sistem TV) terlebih dahulu dimodulasi. Modulasi di sini secara sederhana dinyatakan sebagai penggabungan antara getaran listrik informasi (misalnya suara pada sistem radio) dengan gelombang pembawa frekuensi radio tersebut. Penggabungan ini menghasilkan gelombang radio termodulasi. Gelombang inilah yang dirambatkan melalui ruang dari pemancar menuju penerima.
Oleh karena itu, kita mengenal adanya istilah AM dan FM. Amplitudo modulation (AM) atau modulasi amplitudo menggabungkan getaran listrik dan getaran pembawa berupa perubahan amplitudonya. Adapun frequency modulation (FM) atau modulasi frekuensi menggabungkan getaran listrik dan getaran pembawa dalam bentuk perubahan frekuensinya.
Gelombang Mikro

oven microwave
Pernahkah kamu mendengar tentang alat elektronik berupa oven microwave? Atau, kamu mungkin sudah pernah menggunakannya untuk memasak? Oven microwave menggunakan sifat-sifat gelombang mikro (microwave) berupa efek panas untuk memasak. Selain itu, gelombang mikro juga digunakan dalam sistem komunikasi radar dan analisis struktur atom dan molekul.
Rentang frekuensi gelombang mikro membentang dari 3 GHz hingga 300 GHz. Frekuensi sebesar ini dihasilkan dari rangkaian osilator pada alat-alat elektronik. Gelombang mikro dapat diserap oleh suatu benda dan menimbulkan efek pemanasan pada benda tersebut. Sebuah sistem pemanas berbasis microwave dapat memanfaatkan gejala ini untuk memasak benda. Sistem semacam ini digunakan dalam oven microwave yang dapat mematangkan makanan di dalamnya secara merata dan dalam waktu singkat (cepat).
Dalam suatu sistem radar, gelombang mikro dipancarkan terus menerus ke segala arah oleh pemancar. Jika ada objek yang terkena gelombang ini, sinyal akan dipantulkan oleh objek dan diterima kembali oleh penerima. Sinyal pantulan ini akan memberikan informasi bahwa ada objek yang dekat yang akan ditampilkan oleh layar radar.
antena radar
Dari waktu pemancaran sinyal sampai diterima kembali oleh radar, jarak objek yang terdeteksi dapat diketahui. Tentu kamu dapat membayangkan rumus yang dapat dipakai untuk menghitung jarak ini, bukan? Ya, jarak adalah kecepatan dikali waktu, dan karena kecepatan gelombang adalah konstan, maka dengan mengetahui waktu, jarak pun dapat dihitung. Jangan lupa bahwa pembagian dengan faktor 2 diperlukan karena sinyal menempuh jarak pulang pergi. Coba kamu tuliskan rumusnya.
Sistem radar banyak dimanfaatkan oleh pesawat terbang dan kapal selam. Dengan adanya radar, pesawat terbang dan kapal selam mampu mendeteksi keberadaan objek lain yang dekat dengan mereka. Di saat cuaca buruk di mana terjadi badai dan gangguan cuaca yang dapat mengganggu pengelihatan, keberadaan radar dapat membantu navigasi pesawat terbang untuk mengetahui arah dan posisi mereka dari tempat tujuan pendaratan.
Sinar Inframerah
Bagaimana remote TV dapat digunakan untuk mematikan atau menyalakan TV? Di sini remote menggunakan pemancar dan penerima sinar inframerah. Tahukah kamu bahwa ada ponsel yang dilengkapi dengan inframerah untuk transfer data dari atau menuju ponsel?
Sinar inframerah (infrared/IR) termasuk dalam gelombang elektromagnetik dan berada dalam rentang frekuensi 300 GHz sampai 40.000 GHz (10 pangkat 13). Sinar inframerah dihasilkan oleh proses di dalam molekul dan benda panas. Telah lama diketahui bahwa benda panas akibat aktivitas (getaran) atomik dan molekuler di dalamnya dianggap memancarkan gelombang panas dalam bentuk sinar inframerah. Oleh karena itu, sinar inframerah sering disebut radiasi panas.
Foto inframerah yang bekerja berdasarkan pancaran panas suatu objek dapat digunakan untuk membuat lukisan panas dari suatu daerah atau objek. Hasil lukisan panas dapat menggambarkan daerah mana yang panas dan tidak. Suatu lukisan panas dari satu gedung dapat digunakan untuk mengetahui daerah mana dari gedung itu yang menghasilkan panas berlebihan sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Dalam bidang kesehatan, pancaran panas berupa pancaran sinar inframerah dari organ-organ tubuh dapat dijadikan sebagai informasi kondisi kesehatan organ tersebut. Ini sangat bermanfaat bagi dokter dalam diagnosis dan keputusan tindakan yang sesuai buat pasien. Selain itu, pancaran panas dalam intensitas tertentu dipercaya dapat digunakan untuk proses penyembuhan penyakit seperti cacar dan encok.

hasil citra foto inframerah terhadap tubuh manusia untuk pemeriksaan kesehatan
Dalam teknologi elektronik, sinar inframerah telah lama digunakan sebagai media transfer data. Ponsel dan laptop dilengkapi dengan inframerah sebagai salah konektivitas untuk menghubungkan atau transfer data dari satu perangkat dengan perangkat lain. Fungsi inframerah pada ponsel dan laptop dijalankan melalui teknologi Irda (infra red data acquitition).
Cahaya atau sinar tampak
Dalam rentang spektrum gelombang elektromagnetik, cahaya atau sinar tampak hanya menempati pita sempit di atas sinar inframerah. Spektrum frekuensi sinar tampak berisi frekuensi dimana mata manusia peka terhadapnya. Frekuensi sinar tampak membentang antara 40.000 dan 80.000 GHz (10 pangkat 13) atau bersesuaian dengan panjang gelombang antara 380 dan 780 nm (10 pangkat -9). Cahaya yang kita rasakan sehari-hari berada dalam rentang frekuensi ini. cahaya juga dihasilkan melalui proses dalam skala atom dan molekul berupa pengaturan internal dalam konfigurasi elektron.Pembahasan tentang cahaya begitu luas dan membentuk satu disiplin ilmu fisika tersendiri, yaitu optik.
Sinar Ultraviolet
Rentang frekuensi sinar ultraviolet (ultraungu) membentang dalam kisaran 80.000 GHz sampai puluhan juta GHz (10 pangkat 17).
Sinar ultraungu atau disebut juga sinar ultraviolet datang dari matahari berupa radiasi ultraviolet memiliki energi yang cukup kuat dan dapat mengionisasi atom-atom yang berada di lapisan atmosfer. Dari proses ionisasi atom-atom tersebut dihasilkan ion-ion, yaitu atom yang bermuatan listrik. Lapisan yang terdiri dari ion-ion ini membentuk lapisan khusus dalam atmosfer yang disebut ionosfer. Lapisan ionosfer yang terisi dengan atom-atom bermuatan listrik ini dapat memantulkan gelombang elektromagnetik frekuensi rendah (berada dalam spektrum frekuensi gelombang radio medium) dan dimanfaatkan dalam transmisi radio.
Karena energinya yang cukup kuat dan sifatnya yang dapat mengionisasi bahan, sinar ultraviolet tergolong sebagai radiasi yang berbahaya bagi manusia (terutama jika terpancar dalam intensitas yang besar). Untungnya, atmosfer bumi memiliki lapisan yang dapat menahan dan menyerap radiasi ultraviolet dari matahari sehingga sinar matahari yang sampai ke bumi berada dalam taraf yang tidak berbahaya. Tentu kamu sudah tahu lapisan apakah itu? ya, lapisan ozon.

Lapisan ozon di atmosfer menahan sebagian radiasi ultraviolet,Penggunaan bahan kimia baik untuk pendingin (lemari es dan AC) berupa freon maupun untuk penyemprot (parfum bentuk spray dan pilok/penyemprot cat), dapat menyebabkan kebocoran lapisan ozon. Hal ini menyebabkan sinar ultraviolet dapat menembus lapisan ozon dan sampai ke permukaan bumi, suatu hal yang sangat berbahaya buat manusia. Jika semakin banyak sinar ultraviolet yang terpapar ke permukaan bumi dan mengenai manusia, efek yang tidak diinginkan bagi manusia dan lingkungan dapat timbul.

gas untuk spray menyebabkan lubang di lapisan ozon
Kanker kulit dan penyakit gangguan penglihatan seperti katarak dapat ditimbulkan dari radiasi ultraviolet yang berlebihan. Ganggang hijau sebagai sumber makanan alami dan mata rantai pertama dalam rantai makanan dapat berkurang akibat radiasi ultraviolet ini. ini dapat mengganggu keseimbangan alam dan merupakan sesuatu yang sangat merugikan buat kehidupan makhluk hidup di Bumi.
Sinar ultraviolet juga dapat dihasilkan oleh proses internal atom dan molekul. Sinar ultraviolet juga dapat dimanfaatkan dalam proses sterilisasi makanan dimana kuman dan bakteri berbahaya di dalam makanan dapat dimatikan.
Sinar-X
Sinar-X dikenal luas dalam dunia kedokteran sebagai sinar Rontgen. Dipakai untuk memeriksa organ bagian dalam tubuh. Tulang yang retak di bagian dalam tubuh dapat terlihat menggunakan sinar-X ini.
Sinar-X berada pada rentang frekuensi 300 juta GHz (10 pangkat 17) dan 50 miliar GHz (10 pangkat 19). Penemuan sinar-X dianggap sebagai salah satu penemuan penting dalam fisika. Sinar-X ditemukan oleh ahli fisika Jerman bernama Wilhelm Rontgen saat sedang mempelajari sinar katoda. Cara paling umum untuk memproduksi sinar-X adalah melalui mekanisme yang disebut bremstrahlung atau radiasi perlambatan. Mekanisme ini yang ditempuh oleh Rontgen saat pertama kali menghasilkan sinar-X. Dalam teori radiasi gelombang elektromagnetik diketahui bahwa muatan listrik yang dipercepat (atau diperlambat) akan menghasilkan gelombang elektromagnetik. Selain melalui radiasi perlambatan, sinar-X juga dihasilkan dari proses transisi internal elektron di dalam atom atau molekul.

foto hasil penyinaran sinar-X
Sinar Gamma

produksi sinar gamma oleh inti atom
Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi (dan karenanya juga energi) yang paling besar. Sinar gamma memiliki rentang frekuensi dari 10 pangkat 18 sampai 10 pangkat 22 Hz. Sinar gamma dihasilkan melalui proses di dalam inti atom (nuklir).

Di dalam sebuah pesawat pemancar getaran-getaran yang dibangkitkan oleh rangkaian oscilator (pembangkit getaran)
diperkuat lalu disalurkan ke antenna untuk dipancarkan ke udara terlebih dahulu diubah menjadi getaran-getaran listrik.
Getaran-getaran ini asal mulanya dapat berupa getaran suara, musik, getaran optis (pada TV), getaran mekanik dan Iainlain.
Setelah getaran tersebut diolah dengan berbagai proses sehingga akhirnya siap dipancarkan melalui saluran
transmisi kabel (Coax) dikirimkan ke antenna pemancar yang telah sesuai dengan dimensi panjang gelombang untuk
dipancarkan ke udara dalam bentuk gelombang elektro magnetis.
Definisi. Gelombang Elektro Magnetis ialah gelombang yang terdiri dari medan listrik dan medan magnit yang satu sama
lain saling tegak lurus.
Arah Rambatan Gelombang Elektro Magnetis.
Medan-medan listrik dan magnit tersebut berubah secara sines dan mempunyai frekuensi seperti frekuensi getaran listrik
yang dipancarkan oleh pesawat pemancarnya. Adapun arah rambatan dari Gelombang Elektro Magnetis ini ditentukan
oleh sebuah vektor P yang merupakan hasil kali secara silang dari vektor medan listrik (E) dengan vektor medan magnit
(H). Jadi arah rambatan.
P = E X H.
Perlu diketahui bahwa di dalam perhitungan secara vektor, hasil kali secara titik dari dua buah vektor tidak sama dengan
hasil kali secara saling dari dua buah vektor tersebut.
yang terkecil arah putaran ke kanan, maka arah vektor P tegak lurus bidang E dengan H ke depan. Kalau E diputar ke H
dengan melalui sudut yang terkecil arah putaran ke kiri, maka arah vektor P tegak lurus bidang E dengan H ke belakang.
Gambar
Jika dari sebuah titik dipancarkan Gelombang Elektro Magnetis, maka gelombang tersebut akan merambat ke semua
arah dengan sama rata. Karena sebuah gelombang elektro magenetis merupakan bentuk lain dari medan listrik dan
medan magnit yang satu sama lain saling tegak lurus dan berarti pula terpancarlah tenaga listrik kesemua arah.
Yang dimaksud dengan sinar ialah pancaran tenaga ke satu arah tertentu. Sinar-sinar selalu tegak lurus pada front
gelombang. Jika kita meninjau sinar dari Gelombang Elektro Magnetik maka sinar tersebut, terdiri dari medan listrik E
dan medan magnit H yang satu sama lain saling tegak lurus dan tegak lurus pula arah rambatan sinar. Sinar dari
Gelombang Elektro Magnetis dapat kami gambarkan seperti gambar di bawah.
Besarnya tenaga Gelombang Elektro Magnetis di suatu titik ditentukan oleh besarnya kuat medan listrik dititik tersebut =
volt meter atau ditentukan oleh besarnya kuat medan magnit di titik tersebut
Volt
E -----------------
Amper
Atau ditentukan oleh besarnya kuat medan magnet dititik tersebut
Amper
H --------------------


C. Manfaat gelombang electomagnetik
1. gelombang radio(untuk komunikasi),
2. gelombang mikro(untuk komunikasi,memasak,radar),
3. sinar inframerah(untuk industr,medis,asronomi),
4. sinar tampak(untuk membantu penglihaan),
5. sinar ultraviolet(untuk proses sterilisasi),
6. sinar-X(untuk diaknosis medis,analisis stuktur bahan),
7. sinar gamma

Bab penutup
A.Saran




































B.Kesimpulan
Jadi Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
• Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
• Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi.
Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm).
Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombang
dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti radiasi X-ray dan Gamma Ray.
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dihasilkan dari perubahan medan magnet den medan listrik secara berurutan, dimana arah getar vektor medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus. Terjadinya gelombang elektromagnetik :
Pertama, arus listrik dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Ini dikenal sebagai gejala induksi magnet. Peletak dasar konsep ini adalah Oersted yang telah menemukan gejala ini secara eksperimen dan dirumuskan secara lengkap oleh Ampere. Gejala induksi magnet dikenal sebagai Hukum Ampere.
Kedua, medan magnet yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan listrik dalam bentuk arus listrik. Gejala ini dikenal sebagai gejala induksi elektromagnet. Konsep induksi elektromagnet ditemukan secara eksperimen oleh Michael Faraday dan dirumuskan secara lengkap oleh Joseph Henry. Hukum induksi elektromagnet sendiri kemudian dikenal sebagai Hukum Faraday-Henry.
Dari kedua prinsip dasar listrik magnet di atas dan dengan mempertimbangkan konsep simetri yang berlaku dalam hukum alam, James Clerk Maxwell mengajukan suatu usulan. Usulan yang dikemukakan Maxwell, yaitu bahwa jika medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan listrik maka hal sebaliknya boleh jadi dapat terjadi. Dengan demikian Maxwell mengusulkan bahwa medan listrik yang berubah terhadap waktu dapat menghasilkan (menginduksi) medan magnet. Usulan Maxwell ini kemudian menjadi hukum ketiga yang menghubungkan antara kelistrikan dan kemagnetan.
Jadi, prinsip ketiga adalah medan listrik yang berubah-ubah terhadap waktu dapat menghasilkan medan magnet. Prinsip ketiga ini yang dikemukakan oleh Maxwell pada dasarnya merupakan pengembangan dari rumusan hukum Ampere. Oleh karena itu, prinsip ini dikenal dengan nama Hukum Ampere-Maxwell.
Dari ketiga prinsip dasar kelistrikan dan kemagnetan di atas, Maxwell melihat adanya suatu pola dasar. Medan magnet yang berubah terhadap waktu dapat membangkitkan medan listrik yang juga berubah-ubah terhadap waktu, dan medan listrik yang berubah terhadap waktu juga dapat menghasilkan medan magnet. Jika proses ini berlangsung secara kontinu maka akan dihasilkan medan magnet dan medan listrik secara kontinu. Jika medan magnet dan medan listrik ini secara serempak merambat (menyebar) di dalam ruang ke segala arah maka ini merupakan gejala gelombang. Gelombang semacam ini disebut gelombang elektromagnetik karena terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam ruang.

Literatur
Makalahkumakalahmu.com
Wikipediabahasaindonesia/ensiklopediabebas.info
Escrib/bloger.ad.info.com/makalah
Data-base.doc.com
Search.conduit.makalah.info
Grafindo

2 komentar:

  1. makasih mass infonya..
    Daftar Web yang menyediakan info seputar bola,
    prediksi bola ter-update..
    berita bola TERBARU DAN TERPERCAYA ada di pastibet.com , bola368.com , bola368.net , bola368.org
    Buruan Gabung..!!

    BalasHapus